Bukti Si Mulut Sompret Sakit Jiwa, Ratna mengatakan KH Ma'ruf Amin sudah tua dan sakit

Bukti Si Mulut Sompret Sakit Jiwa, Ratna mengatakan KH Ma'ruf Amin sudah tua dan sakit

LaptopQQ - Ratna Sarumpaet menyerang KH Ma'ruf Amin yang menjadi wakil presiden Joko Widodo (Jokowi). Katanya, Kiai Ma'ruf sudah tua dan sakit.

Berdasarkan keterangannya, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Hanura juga menanggapi dengan menyebut Ratna sakit mental.

Ia menegaskan, seseorang yang divonis mengidap penyakit jantung atau jantung lemah harus melalui pemeriksaan medis terlebih dahulu.

BACA JUGA : PKS Tetap Anggap Fahri Hamzah Bukan Kader Gugat ke MA
"Bukan melalui mulut sompret Ratna Sarumpaet," jawab Inas mengutip detik.com, Minggu (8/12/2018).

Sebaliknya, seseorang yang sakit mental jelas akan terlihat dari obrolan dan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

"Seseorang yang sakit mental dapat segera dilihat dari obrolan, seperti Ratna Sarumpaet," lanjutnya.

Inas menganggap bahwa pernyataan pendukung Prabowo-Sandiaga adalah tanda penyakit mental.

Selain itu, juga karena panik karena mantan menantu Presiden Soeharto gagal merangkul para ulama.

Sementara Joko Widodo berhasil bergabung dengan Kiai Ma'ruf.

BACA JUGA : 14 Purnawirawan TNI Siap Menangkan Jokowi 
"Kecemasan mulut sompret ini merupakan cerminan dari kepanikan kubu Prabowo karena Pak Jokowi dianggap telah mengambil langkah yang tepat karena dia memilih KH Ma'ruf Amin untuk menjadi wakil presiden," kata Inas.

Untuk diketahui, serangan selebritis Atiqah Hasiholan terhadap Kiai Ma'ruf dimulai dengan pesan pada 9 Agustus 2018.

Dia mempertanyakan alasan Joko Widodo memilih Rais Aam PBNU sebagai wakil presiden.

Ada tiga keluhan yang ia unggah tentang Jokwi dan Kiai Ma'ruf, salah satunya adalah 'Menolak Lupa Fatwa MUI'.

"Politik mungkin apa saja." Anda bisa lupa, Anda bisa berbohong, Anda bisa munafik, Anda bahkan bisa secara sadar menyakiti orang-orang yang harus Anda lindungi, "katanya.

Pesannya adalah dengan menambahkan foto Kiai Ma'ruf dan screenshot artikel tentang Fatwa MUI tidak bisa memilih seorang pemimpin untuk mengingkari janji.

"Ya, kenapa Ma'ruf Amin dijadikan wakil presiden, dia juga sakit, dia punya penyakit jantung, jantungnya lemah,"

"Orang-orang mungkin, saya ingin tahu, apa yang Anda inginkan dalam politik," kata Ratna kepada detik.com, Sabtu (8/8/2018).

Ratna juga mempertanyakan keputusan Ma'ruf Amin untuk menjadi wakil presiden Jokowi.

Meski begitu, ia berharap Ma'ruf Amin tetap bisa memberikan manfaat bagi kubu koalisi Jokowi.

"Saya terkejut bahwa tulisan pertama fatwa-nya, Pak Ma'ruf, mengatakan bahwa orang-orang seperti Jokowi tidak boleh dipilih lagi. Mengapa dia tua ketika dia ingin menjadi perwakilan,"

"Tapi menurutku tidak apa-apa untuk bisa, setidaknya orang-orang di kelompok berikutnya bisa percaya pada Islam, ada orang yang tidak percaya,"

"Semoga ada manfaatnya," jelasnya.

Menurutnya, Joko Widodo harus memilih sosok yang bisa menutupi kekurangannya.

"Dengan kelemahan Mr Jokowi, selama ini, saya harus mencari penguatan. Dia sangat lemah dalam pemahaman tentang kepemimpinan, hampir semua merasa,"

"Jika mereka pengamat yang membawa, mereka dipasangkan dengan orang yang cakap yang memiliki kemampuan untuk mendukung sebanyak mungkin," katanya.

"Meskipun dia telah memojokkan Islam. Lalu apakah dengan mengambil Ma'ruf, Muslim akan secara otomatis memilih Jokowi?"

"Itu digunakan, dan sayangnya para sarjana kita menginginkannya juga. Meskipun dia telah mengeluarkan fatwa tentang kegagalan Jokowi,"

"Jadi saya ingin mengatakan mengapa saya mengatakan mungkin ada yang terpisah karena semua mitra politik dapat, dapat berbohong, kemunafikan, apa pun bisa. Itulah yang Anda maksud," kata Ratna.

Sayangnya, cuitan tidak ada lagi. Diduga ini telah dihapus.

Comments

Popular posts from this blog

Gaji PNS Naik 5 Persen Dituding Bermuatan Politis

Jokowi : Deklarasi Cawapres Sore ini atau Besok

14 Purnawirawan TNI Siap Menangkan Jokowi